Sunday, August 10, 2014

Rolls-Royce 102EX Prototipe

Inovasi Rolls-Royce 102EX Prototipe

Inovasi Rolls-Royce 102EX Prototipe merupakan produk terbaru dari mobil Roll-Royce. Pihak pabrikan yang diwakili CEO yaitu Torsten Muller-Otvos memberi bocoran tentang pengembangan mobil hybrid generasi baru. Ini merupakan proyek percontohan dan mempunyai tujuan yang penting dari pabrikan karya Inggris tersebut. Torsten mengungkapkan bahwa “mobil ini akan mempunyai peranan penting dalam dua tahun kedepan. Bukan dari permintaan konsumen tetapi dari peraturan emisi kendaraan” ungkap Torsten pada acara Jenewa motor show 2014. Teknologi ramah lingkungan dan emisi in menjadi titik berat dalam pembuatan Rolls Royce 102EX.

Pada kesempatan yang sama, Torsten menyampaikan bahwa walaupun mempunyai program pengembangan sebuah mobil hybrid generasi baru, tetapi pabrikan mobil mewah keluarga Ratu Elizabeth ini tidak memiliki rencana khusus. Termasuk tidak memproduksi masal untuk kebutuhan mobil masa depan. Rolls-Royce 102EX Prototipe merupakan produk dari penelitian yang dilakukan oleh Rolls Royce. Merancang mobil masa depan yang ramah lingkungan. Pusat pabrikan dari Rolls-Royce, yaitu BMW sudah mempunyai teknologi plug-in hybrid yang kemudian diterapkan pada X5 Drive. Mobil mewah ini menggunakan mesin turbo empat silinder dimana dipertemukan dengan sebuah sistem motor penggerak.

Rolls-Royce 102EX Prototipe

Menurut Torsten "usaha kami saat ini sungguh-sungguh mandiri.” Namun, dalam pengembangan teknologi listrik ini membutuhkan biaya mahal. Sehingga jika ingin mengembangkan kerja sama dengan BMW masih harus tetap dilakukan. Sebab tanpa bantuan BMW, proyek pengembangan ini tidak akan berjalan lancar. Rolls-Royce 102EX Prototipe dikenal dengan istilah lain yaitu Phantom Experimental Electric. Apa saja inovasi yang diterapkan pada Rolls Royce Prototipe ini? Berikut ini akan kita perkenalkan beberapa unggulan yang ada pada 102EX dari Rolls Royce.

Bodi Rolls-Royce 102EX Prototipe tidak menggunakan transmissions Tunnel, yaitu sejenis bonggol pada bagian tengah kabin. Kemudian perubahan baru dari mobil prototipe sebelumnya yaitu penggunaan baterai. Pihak Rolls Royce mengklaim bahwa ini merupakan baterai terbesar yang diterapkan pada mobil berpenumpang. Posisinya berada dibagian depan, yang biasanya ditempatkan untuk mesin. Baterai yang dipasang pada 102EX Prototipe sebesar 71 kWh. Rinciannya berupa 96 sel baterai terbuat dari lithium-nickel-cobalt-mangan. Semuanya dibagi kedalam 5 modul. Jika dibandingkan dengan mesin mobil pada umumnya,mobil ini akan mempunyai dimensi yang sama. Sedangkan berat total dari baterai tersebut sekitar 640 kg.

Metode pengisian baterai juga bisa menggunakan beberapa cara. Pertama yaitu menggunakan tegangan listrik yang biasa terdapat di rumah tangga. Cara ini membutuhkan waktu sekitar 20 jam untuk pengisian baterainya. Kedua yaitu menggunakan alat berupa Phase Electrical Supply, alat ini lebih singkat proses pengisiannya, dibutuhkan waktu 8 jam untuk mengisi baterai sampai penuh. Rolls-Royce 102EX Prototipe mempunyai cara pengisian baterai lebih modern. Metode ke3 menggunakan induction charging pad. Ini merupakan cara modern, dengan menggunakan lantai pada mobil. Tetapi, metode ini membutuhkan alat berupa transmiter yang menempel dipermukaan jalan, sehingga cara ini akan otomatis mengisi baterai.

Kesimpulannya, mereka memproduksi mobil prototipe bertujuan untuk memenuhi kebutuhan mobil masa depan. Walaupun cara yang sudah diterapkan sudah sangat modern, tetapi Rolls Royce belum menemukan titik maksimal yang sesuai dengan harapan. Rolls-Royce 102EX Prototipe akan selalu mengalami perubahan dan penelitian dengan serius. Supaya menghasilkan mobil prototipe yang siap pakai untuk masa depan yang membutuhkan teknologi ramah lingkungan. Nantikan ulasan kami yang lainnya mengenai otomotif ramah lingkungan lainnya.